MIRIS! Panen Ikan Berton-ton di Islamic Center Tubaba, Rakyat Mau Beli Malah Dipersulit – Ada Apa?

oplus_2

TULANG BAWANG BARAT (SL) – Ironis! Di saat harga ikan melambung dan rakyat menjerit, kolam budidaya milik Pemda di kawasan Islamic Center Tubaba justru panen raya berton-ton. Tapi sayang, ikan yang seharusnya untuk rakyat itu diduga tidak bisa dinikmati rakyat kecil.

Fakta di lapangan mengejutkan. Warga yang datang dengan uang tunai untuk membeli ikan segar untuk lauk keluarga justru diping-pong, dipersulit dengan alasan birokrasi yang tidak masuk akal.

Bacaan Lainnya

*MAU BELI IKAN HARUS LEWAT ORANG DALAM?*

“Alasannya macam-macam. Katanya sudah dipesan orang, katanya harus borongan, katanya harus ada surat dari dinas. Padahal ikannya di depan mata kami, masih hidup, baru diangkat dari kolam. Kami ini warga Tubaba, mau beli pakai uang sendiri kok dipersulit seperti pengemis!” geram warga Tulang Bawang Tengah dengan nada kesal.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: Untuk siapa sebenarnya kolam Islamic Center ini dibangun? Untuk umat atau untuk memperkaya segelintir orang?

Islamic Center adalah fasilitas publik, dibangun pakai uang rakyat, di atas tanah rakyat. Seharusnya hasilnya kembali ke rakyat. Bukan malah menjadi proyek eksklusif yang penjualannya tertutup dan diduga hanya dinikmati oleh jaringan orang dalam.

*DUGAAN MONOPOLI DAN TIDAK TRANSPARAN*

Warga mencurigai adanya praktik monopoli. Ikan panen diduga sudah dikuasai oleh pihak tertentu untuk dijual kembali dengan harga tinggi di luar, sementara warga lokal yang rumahnya hanya beberapa meter dari kolam justru gigit jari.

Jika benar demikian, ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap semangat ekonomi kerakyatan dan nilai-nilai Islami yang menjadi nama besar Islamic Center itu sendiri.

Pemkab Tubaba tidak boleh tutup mata! Pengelola harus membuka data secara transparan: Berapa ton hasil panen? Dijual kemana? Berapa PAD yang masuk? Siapa yang membeli borongan?

Jangan sampai fasilitas umat ini berubah menjadi ladang bisnis segelintir oknum yang berlindung di balik nama besar agama dan pemerintah daerah.

Rakyat Tubaba menuntut keadilan. Buka keran penjualan untuk rakyat kecil! Jangan persulit rakyat yang hanya ingin makan ikan segar dari tanahnya sendiri. ( Tim )

 

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *