Tulang Bawang Barat (SL) – Ketua dewan pimpinan cabang (dpc) Asosiasi Wartawan Prefesional Indonesia (AWPI ) kabupaten tulang bawang barat,Ahmad Abdi Fathoni, mengecam dugaan penganiayaan terhadap anggotanya di wilayah pulung kencana pada senin 31 agustus 2026 sekitar pukul 22:00 WIB.
Ahmad Abdi Fathoni” menyampaikan bahwa menurut keterangan dari pada anggota kita,Pendi Predana, yg menjadi korban dugaan penganiayaan pada beberapa hari yg lalu, kejadian tersebut di sekitar wilayah pulung dimana lokasi sedang ada hiburan malam/pasar malam.
Fendi saat itu di panggil saudara HD (Terlapor) dan langsung menanyakan kepada pendi siapa yang mengambil lahan parkir milik HA,kemudian pendi langsung menjawab tidak tahu dan tampa sepatah kata diduga HD langsung melakukan pemukulan terhadap Pendi di bagian Muka,sehingga pendi membalas dan terjadi perkelahian & menurut keterangan pendi dirinya tidak mengetahui persis karna ramai saat itu & tidak mengetahui mana para oknum yg benar-benar ingin melerai mana yg diduga melakukan pengeroyokan terhadap dirinya karna pada saat itu diduga HA bersama rekan-rekan nya.”ujar Ahmad Sembari menirukan penjelasan anggotanya
Ahmad Abdi Fathoni juga menjelaskan bahwa yg bersangkutan saat itu( Pendi ) memang sedang kita arahkan untuk melakukan peliputan kegiatan pasar malam tersebut dan melakukan wawancara terhadap masyarakat dengan adanya pasar malam apakah masyarakat,UMKM dan kita mendapatkan kabar akan kejadiann tersebut langsung memerintahkan anggota kita untuk malakukan pendamping untuk pelaporan di polres setempat, saya selaku ketua organisasi AWPI mendesak pihak Polres Tubaba dapat mengusut tuntas persoalan ini, karna jelas anggota kita atas nama Pendi sedang melakukan aktivitas jurnalis dengan melakukan peliputan di lokasi tersebut dan tiba-tiba mendapatkan perlakuan penganiayaan yg tampa sebab tiba-tiba main pukul oranglain tampa dasar yg jelas,”Tegasnya
Sementara di tempat yg sama di seketariatan AWPI Tubaba awak media melakukan wawancara langsung kepada pendi dengan lebam di wajah dan hidung bengkak sembari menahan kesakitan menjelaskan kepada awak media,”Pada saat sya lagi duduk ngobrol berempat di pinggir jalan tidak lama ada anak yg tidak sya kenal menghampiri sya sambil ngomong Pendi kmu di panggil Hendra sambil menunjuk ke arah Hendra setelah sya nengok dan sya liat Hendra sudah berdiri di bawah tong setan sambil tangan nya Mangil,,sontak sya menghidupkan motor langsung sya Dateng setelah sampai di depan si Hendra dia langsung bertanya siapa yg mengambil lahan parkir ini kata dia lantas sya jawab sya tidak tau menau masalah parkir. sontak dia melontot dan marah mendorong langsung memukul di bagian pelipis wajah saya & sontak sya turun dri motor langsung saya mebalas terjadi lah kami saling adu pukul gak lama banyak org yg melerai trus Dateng lah yg diduga saudara/kerabatnya serta termasuk adik kandung dia sambil ngancam-ngancam sya dengan berkata mau potong leher saya,terus selang agak lama dateng lebih banyak lagi yg diduga saudara/kerabat dia sekitar 3 motor kmudian mereka langsung pergi ke arah polres ,kemudian sya pun pulang.”jelas pendi
(Tim)







